Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) melakukan kunjungan benchmarking ke Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) Universitas Hasanuddin (Unhas) pada tanggal 28 Oktober 2024. Kegiatan di hadiri oleh dua pihak, dari Unsulbar sendiri dihadiri oleh Wakil Dekan 1, Wakil Dekan 2, Sekertaris Gugus Penjaminan Mutu, dan Tenaga Kependidikan, sedangkan dari FIKP Unhas dihadiri Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Ketua dan Sekertaris Gugus Penjaminan Mutu dan Peningkatan Reputasi, dan Kepala Sub Bagian Akademik dan Kemahasiswaan. Kegiatan benchmarking ini bertujuan untuk mempelajari dan mengadopsi best practices yang diterapkan oleh FIKP Unhas dalam pengelolaan akademik dan pengembangan riset unggulan di bidang kelautan dan perikanan.
“Kegiatan benchmarking merupakan langkah strategis untuk meningkatkan mutu pendidikan dan layanan akademik di Unsulbar. Kami sangat mengapresiasi penerimaan dari FIKP Unhas dan berharap dapat memanfaatkan ilmu yang didapat dari kunjungan ini untuk memperkaya proses akademik, terutama dalam pengembangan riset dan kerja sama dengan sektor terkait,” Ucap Wakil Dekan 1 Unsulbar.
Rangkaian kegiatan ini mencakup diskusi akademik dengan pimpinan FIKP Unhas, beberapa poin yang menjadi pembahasan ada terkait dengan bagaimana FIKP mampu untuk merencanakan, menerapkan, mengendalikan dan mengembangkan sistem penjaminan mutu akademik dan bertanggungjawab atas peningkatan mutu secara berencana dan berkelanjutan, serta melakukan pengkajian dan pengembangan sistem pembelajaran dan bertanggungjawab atas terselenggaranya proses pembelajaran yang bermutu, relevan, efektif, dan efisien.
Selain itu Ketua GPM, Dr. Nursinah Amir memaparkan kegiatan rutin yang dilakukan oleh GPMPR seperti pendampingan akreditasi, menyusun sasaran mutu dan manajemen risiko fakultas, melakukan audit SMM ISO 9001:2015, melakukan survey kepuasan pelanggan dan lain-lain. Pengenalan sistem informasi akademik berbasis digital yang diterapkan di Unhas, serta kunjungan ke laboratorium-laboratorium riset dan pusat kajian kelautan dan perikanan yang berperan penting dalam mendukung pendidikan berbasis riset di FIKP Unhas.
Harapannya semoga kegiatan benchmarking ini tidak hanya bermanfaat bagi Unsulbar, tetapi juga membuka peluang kolaborasi riset dan inovasi antara kedua institusi, khususnya dalam bidang kelautan dan perikanan. Benchmarking ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi Fakultas Peternakan dan Pertanian Unsulbar dan FIKP Unhas untuk meningkatkan inovasi dan mutu layanan akademik, memperkuat program riset, dan menjalin kemitraan strategis demi pengembangan pendidikan di Kawasan Indonesia Timur.

