Makassar, 5 Juni 2024 – Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan menggelar rapat persiapan untuk penerapan Sistem Manajemen Terintegrasi (SMT) di lingkungan fakultas pada hari ini. Rapat yang dihadiri oleh seluruh jajaran dekanat, kepala program studi, serta perwakilan dari berbagai unit terkait ini berlangsung di Ruang GPMPR Lantai 3 Gedung Dekanat FIKP.
Agenda rapat ini membahas mengenai dokumen yang perlu disiapkan untuk Audit SMT. Dokumen yang dibutuhkan sangat banyak karena pada sistem ini telah mengakomodasi beberapa ISO seperti ISO 21001:2018, ISO 27001:2016, ISO 37001, dan ISO 45001:2018. Meskipun demikian, waktu yang diberikan relatif singkat sehingga panitia bekerja keras untuk menyiapkan dokumen pada beberapa minggu terakhir.
Dalam rapat tersebut, Dekan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Prof. Safruddin, S.Pi., MP., Ph.D., menyampaikan pentingnya penerapan SMT dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja di fakultas. “Sistem Manajemen Terintegrasi ini akan membantu kita untuk mengkoordinasikan berbagai proses operasional secara lebih baik, sehingga dapat menunjang pencapaian visi dan misi fakultas,” ujarnya.
Dalam kesempatan ini juga Ketua GPMPR, Dr. Nursinah Amir, S.Pi., MP. menekankan bahwa penerapan SMT ini akan mencakup beberapa aspek penting, antara lain: (1) Manajemen Mutu: Untuk memastikan seluruh proses pendidikan dan administrasi berjalan sesuai standar yang ditetapkan; (2) Manajemen Lingkungan: Dalam rangka mendukung program kampus hijau dan ramah lingkungan; (3) Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja: Untuk menjamin keamanan dan kesejahteraan seluruh civitas akademika.
Rapat tersebut juga diisi dengan pemaparan dari panitia yang telah ditunjuk untuk membantu implementasi SMT di Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan. Panitia ini menjelaskan tahap-tahap yang harus dilalui, mulai dari penilaian awal, pelatihan staf, hingga evaluasi dan pemeliharaan sistem.


“Proses ini memang tidak mudah dan membutuhkan kerja sama dari semua pihak. Namun, dengan komitmen yang kuat, kami yakin Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan dapat menjadi contoh bagi fakultas lain dalam penerapan SMT,” kata Dr. Nursinah Amir, Ketua GPMPR.
Dalam sesi diskusi, berbagai pertanyaan dan masukan dari peserta rapat disampaikan. Beberapa di antaranya terkait dengan integrasi sistem manajemen yang sudah ada, pelatihan bagi tenaga pendidik dan kependidikan, serta strategi komunikasi untuk memastikan semua pihak memahami dan mendukung program ini.
Rapat diakhiri dengan kesimpulan dan penugasan untuk masing-masing unit terkait. “Saya harap seluruh unit dapat segera menyusun rencana kerja masing-masing dan melaporkan progresnya secara berkala. Kita semua harus bersinergi untuk kesuksesan penerapan Sistem Manajemen Terintegrasi ini,” tutup Dr. Nursinah Amir.
Dengan persiapan yang matang, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan optimis bahwa penerapan SMT ini akan berjalan lancar dan memberikan dampak positif bagi peningkatan mutu pendidikan dan layanan administrasi di lingkungan kampus.
